Paratypus
Banyak pengalaman yang bisa aku ambil manfaaatnya. Karena aku pernah terkena penyakit thypus membuat aku jadi banyak tau tentang penyakit ini dan juga solusi penyembuhannya. Sampai tulisan ini aku publikasikan, aku masih dalam keadaan belum sembuh 100%. Aku masih ngerasa cepet capek walaupun beraktifitas sedikit. Dan karena penyakit ini juga aku jadi terpaksa cuti kuliah demi penyembuhan penyakit ini.
Dari berbagai sumber yang pernah aku baca artikelnya di internet, penyakit ini menyerang pencernaan. Biang keladi (bakteri) penyebab penyakit ini adalah Salmonella thypii, salah satu gram negatif. Penularan bakteri ini lewat perantara makanan atau minuman tercemar yang masuk melalui mulut.
Pada dasarnya tubuh kita secara alami mempunyai perlindungan terhadap berbagai macam bakteri merugikan yang akan masuk melalui mulut. Bakteri-bakteri yang masuk bersama makanan ataupun minuman akan dibunuh didalam lambung, dalam hal ini adalah peranan dari asam yang di produksi oleh lambung. Hanya saja dalam banyak kasus, keberhasilan bakteri dalam meng-infeksi tubuh adalah karena faktor ketahanan tubuh yang lemah, sehingga lambung tidak mampu membunuh semua bakteri yang masuk ke lambung. Begitu juga halnya dengan perjalanan si Salmonella ini. Bisa dibilang karena daya tahan tubuh yang lemah membuat system pencernaan benar-benar bisa terinfeksi bakteri ini.
Salmonella thypii yang telah berhasil mencapai usus halus akan ber-inkubasi (berkembang biak) waktu inkubasinya adalah 14 hari. Dengan kata lain, gejala akan mulai terasa 2 minggu setelah bakteri menginfeksi usus halus. Setelah kurun waktu 14 hari ini, bakteri akan menembus usus dan menuju limfa kemudian akan mengalir kedalam darah. Karena itu gajala awal yang paling terasa adalah tubuh akan terasa cepat lelah, karena darah akan lambat dalam distribusi oksigen yang dibutuhkan oleh otak. Kemudian badan akan terasa sangat pegal dan lemas walaupun tidak melakukan kerja berat. Gejala-gejala berikutnya akan mengikuti dan biasanya akan semakin parah, seperti nafsu makan berkurang diikuti turunnya berat badan secara drastis dan menyebabkan anemia ringan sampai berat, setelah itu suhu tubuh akan meningkat dan biasanya panas akan terasa pada siang dan malam hari, pada pagi hari suhu tubuh akan turun dan begitu seterusnya. Tanda fisik lainnya yaitu lidah kotor berselaput putih susu dengan warna merah cerah di bagian pinggirnya, timbul bercak-bercak merah (ruam kulit) biasanya pada bagian dada atau bagian tubuh lainnya.
Penderita thypus harus secepatnya mendapatkan perawatan medis. Sangat dianjurkan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit. Terapi obat yang diberikan antara lain pemberian antibiotik golongan Chloramphenicol yang intensif diberikan selama 7 sampai 10 hari, dengan dosis 4 kali sehari, dan selama terapi obat tersebut, pasien sangat di anjurkan hanya memakan makanan lembek seperti bubur, tujuannya untuk mengurangi gesekan pada usus halus yang dapat melukai usus.
Dari berbagai sumber